In Memoriam My Beloved Father

9 Juni 2014

Pukul 06.45. Mas Atmo, kakak iparku menelepon dari Tegal, “Tya, tadi pagi mas Atmo ke Pesurungan, Papah agak sakit, kemungkinan akan dibawa ke rumahsakit”.

Pukul 08.15. Aku menelepon rumah, diangkat oleh Mba Heny

Tya : Mba, kata mas Atmo, Papah sakit…gmana kondisinya…?

Mb Heny : Iya, sekarang papah udah nggak ada…yang sabar ya…

Tya : Udah nggak ada gmn, maksudnya mba?

Mb Heny: Udah meninggal

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un”

seketika itu juga, suami mencari carteran mobil dan kami (Aku dan suami, Alvin, Arin -keponakan) berkemas untuk pulang.

Sekitar pukul 17.00 kami tiba di rumah, dan Papah udah dimakamkan.

Tak terasa 37 hari sudah kami ditinggalkan oleh Almarhum Ayah tercinta, Bapak Drs. H. Soetomo bin H.M. Reksodidjojo pergi menghadap kehadirat Allah SWT. Pada tanggal 9 Juni 2014 lalu, Ayah menghembuskan nafas terakhir dengan tenang pada usia 76 tahun.

captured by: Alvin

captured by: Alvin Jr (23/12/2011)

Sosok papah dimataku adalah seorang ayah yang penyayang tapi tegas. Sangat toleran namun disiplin. Ringan tangan suka membantu. Humoris.

Kenangan bersama Papah.

> Tya kecil selalu gembira bila waktu tidur tiba…karena itu adalah waktunya mendengarkan dongeng dan kisah teladan dari Papah..mulai dari dongeng kancil nyolong timun sampai kisah nabi dan rosul…sampai sekarang Tya masih hafal dongeng yang berupa nyanyian singkat dari basa jawa: Bitutunu…menthok menthok…

> Tya kecil pernah ditegur waktu papah lihat cara wudlu tya kurang bener..tapi negurnya g secara langsung…ditegur lewat kultum beliau setelah sholat isya..

> Papah sangat amanah terhadap uang ummat/ yang dititipkan padanya. Tak pernah sepeserpun uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi, meskipun digunakan dengan akad meminjam dan akan segera dikembalikan. Papah tak pernah menyetujui untuk meminjamkannya.

> Papah dan mamah suka beternak mulai dari burung puyuh, ayam, ikan bandeng, udang windu, kambing..Papah pun telaten membuat pakan ternak olahan sendiri. Misal membuat pelet untuk ikan bandeng yang terbuat dari campuran bekatul dan daun singkong yang dihaluskan dan digiling. Menurut cerita kakak (karena waktu itu Tya belom lahir), Papah pernah mempunyai alat tetas telur yang dibuat sendiri.

Itu baru cerita dari Tya, si anak bungsu dari 8 bersaudara, yang pernah memiliki 28 tahun hidup bersama Papah..Belum cerita dari Mba Ani, kakak pertama. Atau Mba Rini, kakak kedua, yang sudah berusia sekitar 50 tahun. Mungkin jika dikumpulkan, akan menjadi buku yang menarik.. πŸ™‚

We all love you, Papah…

Alahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu..wa akrimna nuzulahu wa waasi’ madkhalahu wa taqobbal hasanatihi wa kaffir sayyi-atihi, birohmatika ya Arhamar Rohimin..

Papah, Mamah, Mba Yeni, Rofi, Rozan, Nabila @Wisuda SMA Assalam (2004)

Papah, Mamah, Tya, Mba Yeni, Rofi, Rozan, Nabila @Wisuda SMA Assalam (2004)

5 thoughts on “In Memoriam My Beloved Father

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s