Smart dan Smartphone

Smart itu sesuai dengan prinsip hidup aku.. *idih..narsis.. Yup, aku berpikir, jadi apapun kita, kita harus smart. Sebagai anak sekolah, smart itu bukan sekedar dapet nilai bagus ato masuk rangking 10 besar di kelas. Anak sekolah yang smart itu kalo dia mulai aktif ikut organisasi demi mengasah leadership dalam dirinya. Sebagai anak kuliah, smart itu bukan saja dia mampu mencari literatur lain di luar yang diberikan dosen. Atau bukan sekedar mahasiswa yang aktif ikut organisasi saja, tapi smart berarti saat dia tidak masuk kuliah, dia tidak nitip absen pada temannya demi mengejar syarat ujian –kehadiran 75%. Sebagai pegawai swasta atau PNS, juga harus smart, dengan menjadi trensetter kebaikan di lingkungannya. Menjadi karyawan yang smart bisa juga dilakukan dengan mengurangi keterlambatan saat masuk kantor, dan meminimalisir absen kerja karena alasan sepele. Sebagai guru, smart itu bukan sekedar rajin ngajar saja, tapi juga taat ketika pihak sekolah meminta kelengkapan administrasi (seperti RPP, rekap nilai, dsb). Juga ketika bisa membina hubungan yang baik dan akrab dengan anak didik.

Ini dia Jagoan Internet kita..

Smart itu identik dengan multitasking. Artinya bisa menjalani banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan. Ada added value (nilai tambah) dalam menjalani perannya. Selain bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, dia juga bisa melakukan hal produktif lain.  Berat memang, tapi percaya deh, hal itu bikin tubuh jadi sehat.

Menjalani peran sebagai anak sekolah, anak kuliah, guru, dan pegawai swasta, sudah pernah aku lakukan. Sekarang peranku adalah sebagai istri dan ibu rumahtangga (meskipun belum punya momongan, tapi aku dititipin keponakan yang tinggal serumah). Bisa dibilang, aku newby dalam menjalani peran ini. Trus aku ngebayangin, jadi istri dan ibu rumahtangga yang smart itu gimana ya.

Yang jelas, jadi istri dan ibu rumahtangga yang smart itu harus bisa multitasking. *Mari kita singkat sebutan untuk istri dan ibu rumahtangga dengan EMAK. Biar nggak kepanjangan gitu ngetiknya. Menjadi seorang emak harus mengurusi kebutuhan hajat hidup orang serumah. Kadang dalam waktu  yang mepet, emak harus menyiapkan baju untuk suami dan anak, memasak untuk sarapan, memanaskan air untuk mandi anak, membuatkan susu/ bubur untuk si kecil, mengecek perlengkapan sekolah anak, membeli sayur dan bumbu untuk memasak. Semua harus selesai dalam waktu sekitar 2-3 jam. Wow, kebayang betapa sibuknya sang emak.

Kalo mau jadi emak yang smart, berarti harus multitasking. Kalo mau multitasking, berarti harus ada aktivitas yang bernilai lebih dalam menjalani perannya. Sekecil apapun bentuk dari aktivitas nilai tambah yang dilakukan. *Wadow..orang ngejalanin peran emak aselinya aja udah rempong banget yak. Mau dituntut nilai lebih apa lagi siy..

Yang saya bayangkan ketika menjadi sosok emak yang SMART adalah, selain urusan dapur beres, nyambi jualan online. Apa kek bisa baju anak, tas, kerudung, ato apapun lah. Trus juga bisa mengembangkan hobinya. Misal yang hobi hiking, punya program hiking bareng keluarga ato temen. Ato hobi masak, bisa sambil buka katering kecil-kecilan dan nerima pesenan, minimal dari tetangga ato sodara. bagi yang hobi handicrafting kayak menyulam, menjahit, merajut ato sulam kristik, punya waktu khusus untuk mengajarkan ketrampilannya pada sesama emak.

Nah, multitasking itu akan lebih mungkin dilakukan jika ditunjang dengan fasilitas seperti smartphone. Iyyya, pppooo….?? (logat emak-emak yogya). Aku nggak bilang kalo emak yang smart itu selalu punya smartphone. Karna ada juga emak yang punya smartphone tapi cuma bisa difungsiin buat sms, telfon, muter lagu kesukaan anaknya yang masih baby. Karena fesbuknya nggak diaktifin. Punya akun fesbuk tapi males ngaktifinnya. Ngerasa nggak terlalu berguna. Twitter apalagi. Mau jeprat-jepret pake kamera HP bisa, hasilnya kurang oke jadinya jarang dipake juga. Punya akun di What’sAp sama BBM, tapi sepi-sepi aja.

Padahal, para smartphone dan sodaranya (windows phone, blackberry, android, iPhone), merancang kecanggihannya untuk memudahkan penggunanya bisa multitasking. *sotoy.. darimana lu tau? Dari pengamatan, pengalaman ditambah baca-baca artikel, bro..

Sampe suatu hari, sambil nopang dagu di meja kerja, saya ngebayangin, emak yang smart itu..

1# Di saat suami gajian awal bulan, si emak dititipin segepok duit buat ngepulin asap dapur (ini makna konotasi ya, plis.. jangan salah arti). Begitu dititipin, si emak langsung meresponnya dengan smart. Responnya ga cuma sekedar peluk en cium en bilang makasi ke suami, jeng. Respon emak ini SMART banget. Emak langsung memasukkan nominal uang tersebut ke aplikasi MONEY LOVER di smartphone androidnya. Sekaligus merekap keuangan keluarga bulan lalu.

money loverDapet info dari tetangga sebelah, ada juga aplikasi namanya AMPLOP.IN buat ngatur keuangan yang ciamik dan pake bahasa indonesia. Layanan aplikasi ini berbasis web, bukan smartphone. Jadi lebih fleksibel. Tinggal buat akun, kita udah bisa menikmati layanan ini. Smart banget, kan pren..

aplikasi amplip.on yang smart buat ngatur keuangan

aplikasi amplop.in yang smart

2# Di pagi hari saat anak-anak dan suami udah berangkat semua, sambil goreng ayam tepung dan masak sayur asem buat makan siang, si emak dengan smartnya nyempetin buat ceki-ceki twitter en fesbuk. Bukan sekedar kepo in status temen temen sepergaulan, bukan sekedar bales komentar ngikutin gosip lo. Si emak lebih seneng ngupload barang baru di lapaknya atau ngerespon customer yang mau pesen barang atau kirim postingan yang bagus en unyu unyu.

Lapak jualan di fesbuk yang smart banget

Lapak jualan di fesbuk yang smart banget

3# Di siang hari sambil nunggu anak-anak pulang sekolah, saat urusan rumah udah kelar, waktunya main sama si kecil (usia 2 thn 5 bln). Usia ini sering disebut dengan usia preschool. Menurut Bu Kuswari Hernawati, dosen FMIPA UNY dalam sebuah seminar nasional, menyebutkan bahwa aplikasi smartphone bisa digunakan sebagai sarana belajar anak sambil bermain. Karena banyak aplikasi yang bersifat permainan namun juga mendidik, yang tersedia pada smartphone. Nah, di usia ini, si kecil sudah boleh diajarkan mengenal warna maka Emak mengajak si kecil bermain sambil mengenal warna. Dan jika dibutuhkan, Emak akan membuka aplikasi KIDS COLOR.

kids color buat anak 2 tahun

kids color buat belajar warna

aplikasi kids color

Nanti kalo sudah genap 3 tahun, emak akan mengenalkan huruf dan jika butuh bantuan, emak akan membuka aplikasi PRESCHOOL ALL WORDS 3 LITE. Wow, smart, bukan..

Gambar menu aplikasi Preschool All Words

Gambar menu aplikasi Preschool All Words

belajar mengenali gambar

4# Di saat bosen masak itu itu melulu dan pengen variasi masakan atau pengen bikin kue, emak tinggal buka aplikasi SAJIAN SEDAP yang smart banget di smartphonenya.

menu di sajian sedap

bisa cari resep masakan

contoh resep salah satu masakan

Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel

6 thoughts on “Smart dan Smartphone

  1. yeayyy…bener2 smart si emak satu ini. baru tau lho ada aplikasi amplop.in
    thks utk sharenya ya mak, aku langsung coba2 deh aplikasi itu hihihiii…. lucu juga ya, kayak nulis di buku kredit gitu. kenapa tidak dari dulu taunya ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s