Super New Mom

Dalam catatan “Jurnal Kehidupan”ku (semacam buku diary, tapi lebih berfungsi untuk mencatat apapun yang ingin aku ketahui), aku menuliskan rasa penasaranku seperti ini:

“Kalo kamu habis melahirkan dan kamu berada di perantauan, jauh dari orangtua dan kerabat, nggak punya rewang, sedangkan suami kamu kerja dari pagi sampe sore.. Apa yang akan kamu lakukan?”

Ummm….. bener-bener nggak kebayang sedikitpun sebelumnya… Pasti crowded banget.. tapi banyak juga kok teman yang berhasil melalui masa itu dengan sukses, dan dia hepi hepi aja.. gimana ya caranya..

Awalnya yang terlintas di benak ketika dihadapkan pada kondisi di atas adalah, Aku harus punya manajemen waktu yang super bagus.. Udah gitu doang..

Tapi suatu hari, aku lagi ngerumpi sama Rahma (adek keponakanku), 22 tahun, baru punya baby 1 tahun, tinggal di Bekasi ngikut suaminya yang kerja disana. Kondisinya persis kayak yang aku resahkan.

Dari Rahma, begini dia bercerita: “ meskipun rempong buanget, tapi alhamdulillah Naomi-ku (nama anaknya usia 1 thn) justru jadi lebih mandiri. Karena Naomi harus menyesuaikan dengan ritme harianku, hidupnya jadi lebih terjadwal. Waktu makan, waktu mandi, dan waktu tidur berjalan secara terjadwal. Trus, Naomi juga jadi nggak manja. Kalo mau bobo, nggak perlu ditungguin, udah bisa bobo sendiri. Biasanya 1 atau 2 jam habis maem Naomi ngantuk tu, aku taruh aja di kasur di kamar, lampu kamar aku matiin, aku biarin aja, ntar lama lama Naomi tidur sendiri. Waktu itu awalnya terpaksa karena aku nggak sempet nungguin sampe Naomi bobo, cucian baju, piring, udah pada nunggu di dapur. Tapi lama lama jadi terbiasa dan aku dimudahkan dengan itu.”

Trus aku tanya, “hal-hal apa aja yang udah kamu ajarin ke Naomi?”

Jawabnya: “Toilet training udah aku biasain, maem nggak di depan TV, nggak sambil jalan-jalan. Jadi membiasakan Naomi maem dalam posisi duduk di kursi di depan meja. Trus waktunya udah bobo, suasana kamar lampu diredupin biar anak terbiasa mengenal waktu tidur mereka.

Wow.. Awesome… dan semua yang Rahma sampaikan hampir sama dengan teori yang aku baca dari buku Parenting. O iya.. Rahma kuliah D3 Kebidanan juga, makanya dia cukup faham tentang pregnancy en baby care. Rahma nikah waktu semester 5 dan serunya, Rahma nyelesaikan Tugas Akhir Kebidanannya waktu Naomi usia 7 bulan-10 bulan. Katanya Tugas Akhir Kebidanan lebih rumit dari sekedar literatur. Seru karena waktu itu Rahma kuliah di Tegal, sedang Naomi sementara dititipkan di mertuanya di Cilacap, sedang suaminya di Jakarta. Nggak kebayang rempongnya waktu dia ngejalanin masa itu. Tapi itulah Rahma yang kukenal, dirinya selalu penuh optimis dan semangat menghadapi tantangan dalam hidupnya.

-Sayang belum punya foto Rahma en Naomi buat di upload-

By: Adistya Pratiwi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s